Jumat, 09 April 2010

Akhir-Nya Aku Jatuh Cinta?



Ketika cinta hadir di dalam hati
Aku sadari sesuatu telah terjadi
Ketika cinta merasuk di dada
Sendiri menyepi,, tenggelam dalam renungan
Ingin ku menangis menyesali diri mengapa terjadi
Satu yang pasti... Aku harus dewasa,,
Dengarlah wahai angin
Nyanyian sunyiku mengitari sukma dan raga
Gejolaknya tak lagi mampu mencegahku dari tangis sedu
Membuat terdayu
Rasa cinta bergelora,,, membakar gelora di dada
Menyudutku dengan cinta dalam satu nama….
Butir-butir cinta air mataku
Merubah arahan langkah dihidupku
Berjuta tulisan, kata,tak kan mampu mengartikan cinta
Terpaku dalam getaran rindu
Setiap waktu,,,,,,
Teringat semua yang kau beri untukku
Hanya kata-kata cinta terucap indah
Dzikir dikidung doaku
Ya illahi……

PAKE JILBAB SIAPA TAKUT

Suatu hari ada pertanyaan dari seorang wanita yang belum memahami Islam dan Kewajiban“ Seorang Muslim atau Muslimah”, Kenapa sih kamu pakai jilbab??? kemudian saya menjawab dengan alasan yang sangat sederhana, Pertama, saya memakai jilbab bukan untuk so-soan, gaya-gayaan, juga bukan karna latah ikut-ikutan, apalagi disuruh pacar. Sekali lagi tidak!!!!

Dan dalam pandangan Aqidah Islamiyah dapat saya kemukakan tujuan saya memakai jilbab adalah karena dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab : 59, dijelaskan bahwa kita sebagai muslim wajib menutup Aurat dan tujuan saya yang lain kenapa memakai jilbab karena ingin taat pada Allah yang telah menciptakan saya, memberi tubuh yang sempurna, memberi rizki, melindungi dan menolong saya. Bukankah ketaatan kepada-Nya adalah tanda kita bersyukur atas nikmatnya yang banyak. Baik nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat sehat serta berjuta nikmat lain yang telah Allah berikan.

Nahh…..!!! dalam Al-Quran juga ada ko perintah untuk memakai jilbab.

Diatas dah dikasih tau tuhh.,,,,Tapi Mau tau yang lebih jelasnya,,,, Baca sendiri ja y Ayat- Nya, QS. Al-Ahzab : 59 “ Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu,,,,anak-anak perempuanmu dan para wanita yang beriman supaya mereka menutup tubuhnya dengan jilbab, supaya mereka lebih dikenal maka mereka pun tidak diganggu, dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

Tuu….h!!! kan, jadi kenapa mesti ragu lagi pake jilbab

Kemudian dia bertanya lagi,,,,ada persyaratan khusus g???? Tentu :

  1. Busana (jilbab) yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan wajah (muka)
  2. Tidak sempit sehingga tampak bentuk tubuhnya
  3. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
  4. Pakaian yang tidak mencolok.

Walaupun, persyaratannya terkesan berat tapi insyaAllah kita mampu kok menjalaninya. “Tidak akan rugi muslimah yang memakai jilbab justru insyaAllah akan dilindungi Allah. Amiee…..n.

Ngomang-ngomong” Apa sih kebaikan?” yang kita peroleh dengan jilbab ini ? Ouwww….banyak sekali!!!! Keuntungannya berlipat ganda.

“ Dengan berjilbab ini, diri kita terlindungi dan tidak menimbulkan fitnah. Para lelaki tidak akan jelalatan keatas kebawah “ Menyisir” tubuh kita.

“Menurut ilmu kedokteran dapat mencegah kangker kulit”

“(tidak jadi objek cuci mata bagi kaum adam)”. Disamping itu “Kita tidak mudah diganggu laki-laki”Usil”.dengan memakai jilbab justru kita terlihat lebih anggun. Selanjutnya agar kita berbeda dari orang non muslim.

Jilbab juga merupakan pakaian atau hijab yang dapat mencegah terjadinya perzinaan, menghindarkan zina mata dan zina hati. Memakai jilbab merupakan aturan islam yang preventif (mencegah), dalam rangka tidak terjadi perzinahan,”Bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati? Apa gak gerah, neng? Neraka lebih gerah, Bung! Bahkan sangat panas, panaaaaas sekali”

Maha suci Allah yang telah mewajibkan wanita untuk menutupi auratnya hingga harga diri wanita tetap terjaga dan tetap mulia.

Ok!! Untuk para muslimah jangan lagi ragu untuk memakai jilbab,,dijamin 100% tidak akan menyesal, percaya deh!!!

Rabu, 07 April 2010

MEMAHAMI HAKEKAT KERJA

Krisis global yang kini terjadi salah satu penyebabnya adalah karena dorongan ingin mendapatkan untung sebanyak-banyaknya tanpa peduli hak dan nasib orang lain saat ini, sehingga kurang adanya rasa keharmonisan antar individu. Nah ada sebuah cerita menarik tentang memahami hakekat kerja ini.

Pada suatu hari ada seseorang yang bernama (Ridwan Fadil) dia bekerja di Uni Emirat Arab sebagai Financial Controller pada sebuah proyek pembangunan property. Awal nya dari sebuah keisengan Ridwan memperhatikan dan mengamati kegiatan rutin seorang room boy yang ditugaskan memeriksa kunci di setiap kamar. Yang menarik perhatian Ridwan adalah room boy itu melakukan pekerjaan tersebut dengan sangat teliti dan penuh antusias, dia memeriksa dengan cermat dari satu pintu ke pintu yang lain sampai dia yakin betul bahwa kunci dikamar tersebut benar-benar berfungsi dengan baik.

Tidak terlihat rasa jenuh diraut wajahnya. Sebaliknya, ia nampak penuh semangat terkadang bersiul kecil. Padahal, kalau dilihat-lihat pekerjaan seperti itu sangat menjemukan. Betapa tidak, setiap hari harus memeriksa tidak kurang dari 600 pintu kamar hotel.

Berangkat dari rasa penasaran, usai jam kerja Ridwan mengajak berkenalan dan berbincang sebelum room boy itu meninggalkan hotel untuk pulang ke mess karyawan. Setelah basa basi perkenalan,Ridwan pun mulai bertanya seputar pekerjaan yang menjemukan itu.

“Berapa sih, anda dibayar untuk pekerjaan yang menjemukan ini ?” Tanya Ridwan. Mendengar pertanyaan itu, room boy pun membelalakan matanya sambil tertawa lebar. Ridwan pun semakin penasaran. “Wah orang ini pasti dibayar mahal untuk pekerjaan menjemukan itu, sehingga dia melakukannya dengan begitu sungguh-sungguh dan penuh semangat.”

“Pertanyaan anda menyinggung perasaan saya!” jawabnya agak keras. Ridwan pun kaget dan balik bertanya, “Loh, kenapa? Saya justru kagum kepada anda karena saya perhatikan Anda mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab.”

Dia tertawa lepas sambil berkata,”Jangan mengukur pekerjaan dengan imbalan yang anda terima! Karena kalau itu yanga anda lakukan anda akan selalu merasa kekurangan dan akan menjadikan jiwa anda tersiksa oleh ketidakpuasan, Anda pasti kecewa.

“Ok, buat saya ini menarik! Lalu, apa yang membuat anda bersemangat dan sungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan?”Tanya Ridwan.

Room boy pun menjawabnya,”Ada satu hal yang perlu Anda ketahui dari pekerjaan saya, yaitu tanggungjawab saya kepada Tuhan, tanggunggjawab saya kepada company, dan yang tidak kalah penting adalah tanggungjawab saya terhadap keselamatan tamu hotel dan orang-orang yangada di belakang mereka!”

“Maksud, Anda?” Tanya Ridwan.

“Seperti anda lihat, tamu-tamu hotel ini adalah para suami dari istri-isrti mereka, para bapak dari anak-anak mereka, para manajer dari bawahan mereka dan para bos besar yang menjadi tumpuan banyak orang di bawahnya. Nah kalau saya lalai dalam menjalankan tugas, apa yang akan terjadi? Anda bisa bayangkan kalu terjadi kebakaran di hotel ini, kemudian banyak tamu hotel yang terjebak di kamar dan tidak bisa keluar untuk menyelamatkan diri karena kunci kamar macet, kemudian mereka tewas? Saya akan sangat menyesal dan menjadi orang yang paling merasa bersalah atas kelalaian yang saya lakukan.”

“Lalu?”Ridwan bertanya lagi.

Room boy pun melanjutkannya, “Saya bukan hanya bertanggungjawab atas kematian tamu hotel yang para suami dari istri- isrti mereka, para bapak dari anak-anak mereka, para manajer dari bawahan mereka dan para bos besar yang menjadi tumpuan banyak orang di bawahnya. Tetapi, saya juga harus bertanggungjawab atas penderitaan para istri yang kehilangan suami-suami mereka, para anak yang kehilangan bapak-bapak mereka, para bawahan yang kehilangan manajer mereka, nasib para karyawan yang kehilangan para pemimpinnya. Dan satu hal lagi yang membuat sata bangga dengan profesi saya ini adalah ketika saya bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik dan benar, berarti saya telah berupaya menyelamatkan orang banyak dari kemungkinan terjadinya musibah.”

Sejenak Ridwan pun diam terkesima mendengar paparan panjang lebar dari seorang office boy. Setengah tidak percaya. Tapi sungguh luar biasa, ini nyata! Sungguh saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan jawaban yang begitu inspiratif dari mulut seorang room boy.

Pegawai dengan posisi”serendah”itu bisa memahami hakekat kerja yang sebenarnya. Dia tidak lagi bicara atau berpkir apa yang bisa dia dapat dari pekerjaan yang dilakukannya. Sebaliknya, ia selalu berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk orang lain. Semua sikap dan tindak luar biasa yang ia lakuakn itu bukan karena ingin dipuji, dapat tip lebih, naik pangkat dan sejenisnya, tapi lebih karena kesadarannya bahwa apa yang dilakukannya itu adalah ibadah.

Sungguh menakjubkan bukan. Hanya seorang room boy entah dia lulus SMA atau tidak, dia memiliki pola pikir dan pola tindak yang demikian komprehensif dan mulia.


Kisah inspiratif room boy diatas kupersembahkan untuk teman-temanku, semoga setelah lulus nanti, teman-teman bisa mencontoh kisah diatas, Toh dibidang apasaja nantinya kita bekerja apalagi kalau sesuai dengan jurusan, yang notabennya sangat menggiurkan keimamam kita. SEMANGAAAAAT!!!!!